About

Landak Manis

4 Agt 2012

Merawat Ulat Hongkong

Sebagai salah satu jenis makanan untuk kebutuhan stamina, pembesaran sekaligus selingan bagi landak mini, kita sering dihadapkan pada permasalahan akan sering matinya ulat hongkong yang kita beli, entah dalam pembelian skala kecil 1 ons, 2 ons, atau bahkan sampai berkilo-kilogram, dan kita akan bertanya-tanya apa sih penyebabnya? dan bagaimana cara merawatnya supaya tidak mudah mati dan kering (menghitam)?..

Tentunya kita tidak mau kan ulat hongkong yang telah kita beli untuk dijadikan konsumsi sekunder landak mini, yang hanya bisa diberikan tidak secara rutin (tidak setiap hari), tapi justru berakhir pada kematian setiap harinya..
Berikut adalah penjelasan dan sedikit informasi mengenai seluk beluk ulat hongkong beserta pakanannya, sehingga ulat hongkong yang kita beli akan lebih kuat dan berumur lebih lama.
Sebelumnya saya coba jelaskan berdasarkan narasumber, bahwa ulat hongkong mempunyai beberapa kandungan nutrisi diantaranya adalah sebagai berikut;

I. Tabel Kandungan Nutrisi Ulat Hongkong
No
Kandungan
Prosentase (%)
1Protein kasar
48%
2
Lemak kasar
40%
3
Kadar abu
3%
4
Kandugan ekstrak non nitrogen
8%
5
Kadar air
57%

Kandungan lemak yang terdapat pada ulat hongkong sering lebih tinggi daripada kandungan proteinnya, sehingga pemberian ulat hongkong yang berlebihan dapat menyebabkan kegemukan pada binatang yang mengkonsumsinya dengan segala aspek ikutanya.

II. jenis –jenis pakan ulat hongkong
Bahan makanan /konsumsi ulat hongkong terdiri dari beberapa macam jenis yang ada di sekitar kita diantaranya adalah;
  • Polard/ Makanan Ayam
  • Bahan pakan lain
a. Ampas tahu
b. Batang pohon pisang
c. Batang talas
  • Buah-buahan
a. Pepaya
b. Manisah/labu siam
  • Sayuran
a. Bisai
b. Sawi
Atau dengan kata lain pakan ulat hongkong yang cukup murah seperti tersebut di atas dapat juga di peroleh dari pakan atau sayuran yang banyak mengandung air.

Tabel pemberian makanan bagi ulat hongkong
NO
Jenis pakan
Polard ( kg )
Buah-buahan dan sayuran ( kg )
1
Sesuai dengan ukuran
Kotak 60x40x6x1,5 cm
Adalah ¾ kg
Sayuran/buah-buahan selama kurun waktu 24 jam secara rutin (perperiode) (agar tidak membusuk )
Jumlah pakan yang harus di berikan pada ulat hongkong tergantung pada kapasitas ulat hongkong pada papan pemeliharaan ,semakin lebar ukuran papan maka semakin banyak pula pakan yang harus diberikan.

III. Permasalahan :
  • Penyakit
Ciri-ciri ulat yang terkena penyakit dan penanggulangannya:
1. Kulit ulat kuning kehitam-hitaman.
Jangan terlalu banyak diberi makan dari daun-daunan, dan jangan terlalu banyak diberi dedak.
2. Ulat mati berwarna merah.
Apabila hal ini terjadi, maka pencegahannya adalah pemberian pakan tidak terlalu basah. Hal ini harus segera diatasi karena penyakit ini selain menular menyerang dengan cepat.
3. Ulat mati berwarna hitam
Hal ini terjadi apabila pemberian makanan disebar, biasanya terjadi pada ulat dewasa usia 1 sampai 3 bulan, maka alangkah baik pemberian makanannya dilakukan secara dikepal-kepal.

IV. Dampak pemakaian ulat hongkong sebagai pakan ternak khusunya landak mini
  • Dampak Positif Pemakaian Ulat Hongkong
  1. Landak Mini anakan yang diberikan ulat hongkong secara teratur/rutin, akan mempercepat tingkat pembesaran dan penggemukan.
  2. Landak Mini usia Indukan (persiapan pengembangbiakkan/dikawinkan), akan memiliki tingkat kesuburan yang cukup tinggi, bisa memungkinkan kesempurnaan organ calon bayi nantinya, penguatan/perbaikan gizi, sebagai sumber protein dan lemak untuk persiapan kehamilan dan perkawinan)
  3. Landak Mini menyusui, bila diberikan secara rutin akan meningkatkan kualitas protein dalam ASIL (Air Susu Ibu Landak) sehingga kualitas anakan akan lebih baik (pertumbuhan relatif cepat besar, sehat, dan normal)
  4. Perangsang insting berburu landak mini terhadap serangga (seperti pada habitat aslinya), sehingga tidak menjadi hewan yang pemalas 
  5. Sebagai makanan selingan bagi landak mini (mencegah kejenuhan/bosan terhadap pakan primer)
  6. Perangsang nafsu makan bagi landak mini yang mogok makan akibat jetlag (pasca pengiriman luar kota, stres, ataupun baru ganti merk pakan primer)
  • Dampak Negatif Pemakaian Ulat Hongkong
  1. Menambah biaya perawatan
  2. Tingginya kadar protein pada ulat hongkong, bila diberikan terlalu banyak dipercaya dapat berakibat fatal pada landak mini, yaitu pecahnya ginjal, pencernaan tidak sehat dan juga tak kalah berbahaya yaitu penyakit katarak
  3. Tingginya kadar lemak pada ulat hongkong, bila diberikan terlalu banyak dipercaya dapat menimbulkan kegemukan (obesitas) dan efek lainnya.

Demikian sekelumit tentang cara memelihara beserta seluk beluk ulat hongkong, semoga bermanfaat.

Diambil dan disimpulkan dari beberapa narasumber:
  • http://galeriukm.web.id/peluang-usaha/usaha-sampingan-budidaya-ulat-hongkong
  • http://questbird-ulathongkong.blogspot.com/
  • http://www.ciputraentrepreneurship.com/agrobisnis/3214-rumpoko-sukses-dengan-ulat-hong-kong.html

0 komentar:

Poskan Komentar